Tumpatan Klas V


Tinjauan Pustaka

Karies di servikal gigi

Karies telah melibatkan email di bagian servikal gigi. Lesi semacam ini terbentuk karena pengendalian plak yang kurang baik dan diet yang tidak tepat, dan satu-satunya lesi yang sesungguhnya dapat dicegah dengan pengendalian plak yang tepat walaupun diet yang bersangkutan tidak baik. Jika kavitasi email telah terjadidan bakteri telah menginvasi dentin, preparasi kavitas hampir selalu diperlukan; jarang sekali lesi menjadi terhenti dan terasa keras pada penyondean.

Tipe kavitas semacam ini paling baik dipreparasi dengan bur bulat kecil (round bur kecil) mengingat akses bur fisur seringkali sukar karena terhalangnya kepala bur oleh ramus mandibula atau pipi, atau oleh prosesus koronoid jika gigi atas yang dirawat. Dalam keadaan demikian, bur fisur dapat mengakibatkan pemotongan ggi terlalu banyak. Ukuran kavitas awal dibatasi hanya seluas besar karies email dan kedalamannya sebatas mencapai dentin. Hal ini akan mengungkapkan seberapa banyak daerah DEJ telah terkena karies.

Preparasi kavitas selanjutnya menggunakan henpis kecepatan rendah karena operator akan lebih bisa mengendalikan pengambilan kariesnya dan lebih bisa merasakan sampai dimana pengambilannya dibanding menggunakan henpis dengan kecepatan tinggi. Kavitas dilebarkan sesuai dengan banyaknya pembuangan karies di DEJ. Di daerah gingival (gingival wall) kedalaman kavitas tidak boleh kurang dari 1 mm dari permukaan karies karena email di daerah servikal tipis. Pada tahap ini, hanya di dinnding aksial saja yang masih boleh ditingalkan.

Retensi diperoleh dengan membuat alur retensi di seluruh dentin sepanjang dinding gingival dan dinding oklusal memakai bur bulat kecil kecepatan rendah. Walaupun begitu, email tak terdukung jangan sampai terbentuk, dank arena alasan inilah alur retensi di dinding mesial atau distal dari suatu kavitas yang lebar tidak boleh dibuat.

Berikutnya, untuk membuang prisma-prisma yang tak terdukung dinding email harus dihaluskan dengan pahat email berbilah ganda; tindakan ini akan menyebabkan melebarnyadinding oklusal dan dinding gingival.

Dinding mesial dan dindng distal hendaknya dibuat tegak lurus pada garis singgung permukaan gigi.

Dinding gingival sebisa mungkin diletakkan di daera supra-gingiva sehingga tepi kavitas yang merupakan daerah tempatberakumulasinya plak tidak akan ikut menimbulkan peradangan pada gingival.posisi dinding gingival yang tepat ditentukan oleh perluasan karies di DEJ.

Tahap yang beum dilakukan sekarang adalah tahap membuang karies yang terdapat di dinding aksial dengan menggunakan bur bulat kecepatan rendah. Pembuangan dentin sehat dari dinding aksial merupaka kontra indikasi karena membahayakan pulpa berhubung letaknya sudah di dekat pulpa.

Setelah itu kavitas hendaknya dicuci dan dikeringkan sehingga dapat dilihat apakah dentin karies sudah terbuang semua apakah retensi bagi restorasinya sudah baik. Pembuatan alur retensi pada penumpatan amalgammerukana hal yang sangat penting karena kavitas umumnya dangkal. Kini, kavitas semacam ini sudah lazim ditumpat dengan semen ionomer kaca aau resin komposit. Pada penumpatan dengan resin komposit, bevel sering dibuatkanpada tepi oklusal dengan bur fisur pada henpis turbin untuk menyediakan retensi melalui etsa email.

Tahap Preparasi Kavitas Klas V

 

 

Tahap Penumpatan

Penumpatan amalgam.

Cara penumpatan kavitas di servikal gigi serupa dengan penumpatan kavias oklusal. Walaupun tumpatannya nanti tidak akan menerima tekanan kunyah oklusal, tekanan kondensasi tetap harus memadai agar alur-alur retensi terisi dengan baik, sehingga tumpatan dapat bertahan lama. Pengukiran pada tahap yang dini dapat dilakukan dengan sonde, kalau sudah terlambat dengan alat Ward atau Hollenbach.

Hendaknya bentuk anatomi permukaan servikal dapat dikembalikan, dan untuk itu dapat degunakan dengan pengukir dengan bilah cembung misalnya pengukir Ward atau Hollenbach. Pengukiran dilakukan dengan jalan mengukir tepi oklusal dan tepi gingival sendiri-sendiri sehingga terbentuknya permukaan yang cekung dapat dicegah. Tumpatan lebih baik dibuat sedikit cekung daripada overkontur kea rah gingival sebab hal ini akan menyebabkan akumulasi plak dan merangsang timbulnya gingivitis.

Tahap Pemolesan

Daftar Pustaka

Ford, T.R. Pitt. 1993. Restorasi Gigi. Alih bahasa, Narlan Sumawinata; editor, Narlan Sumawinata dan LIlian Yuwono. Ed.2. Jakarta: EGC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s